Aku tidak peduli pada perkataan orang-orang disekitarku bahwa kita tak akan mungkin bisa terus bersama. Aku hanya bisa menjawab segala cacian itu dengan senyum dan berkata "Biarkan kami yang menjalani semua. Kami yang tahu apa yang terjadi selama ini". Dan ketika kujawab seperti itu, mereka hanya menggenggam bahuku seakan melihat seorang gadis yang bernasib paling buruk seluruh dunia. Aku sungguh tak merasakan keburukan itu. Bersamamu, kurasakan kebahagiaan yang tak bisa kujelaskan, kebahagiaan yang tak akan pernah kupahami.
Aku tak peduli pada kedekatan kita yang semakin hari semakin tak jelas ini. Kedekatan kita yang kian hari makin tak kupahami. Aku tahu kau disampingku, bersamaku, tapi kita seakan berjarak meskipun dekat, seakan terdapat sekat yang menghalangi kita, seakan saling menghilangkan meskipun telah menemukan. Kita berjalan dan berpindah tetapi seakan berputar di tempat yang sama, kita berjalan beriringan tapi tak kunjung bertemu di ujung jalan. Aku tak tahu kesalahan ini dinamakan apa. Hal yang begitu jelas kutangkap, aku hanya gadis tak tahu ini itu tapi tahu mencintai kamu.
Aku tidak peduli pada perubahan sikapmu yang semakin sulit kutoleransi. kamu yang selalu hilang ketika kubutuhkan, kamu yang menjawab pesan singkatku dengan jumlah karakter yang bahkan bisa dihitung dengan jemari, kamu yang seakan tak pernah menunjukkan cinta dalam tatapan matamu padaku.
Awalnya aku memang tidak peduli pada perasaan, status, dan cemooh orang lain tentang hubungan kita. Perkataan-perkataan bodoh dan penilaian negatif bahwa kita tak akan mungkin terus bersama. Aku menutup telinga dan tetap berusaha memelukmu dalam bayang-bayang.
Enam tahun lebih, Sayang, aku berusaha tak peduli pada persepsi mereka, pada datang dan pergimu, pada rasa takut yang selama ini menghantuiku. Tapi, setiap kunikmati wajahmu, setiap kunikmati aroma tubuhmu, setiap kunikmati wajahmu saat menghembuskan asap rokok, dan setiap aku sadar bahwa kamu seolah tidak menganggap kehadiranku dihidupmu; rasanya aku ingin berhenti saja mencintaimu dan amnesia pada hubungan kita yang telah terjalin lebih dari enam tahun ini.
Aku tidak peduli, namun semakin aku tidak peduli, semakin aku takut kehilangan kamu.
dari pengagummu
yang egois nomor satu
bodoh nomor satu
karena dia hanya tahu;
mencintai kamu.

Galau aja garfield wkwkw restu ortu jangan lupa akakak
BalasHapus