Kita ini lucu,
mudah menyalahkan, tapi tak mau disalahkan.
mudah berprasangka tanpa bukti apa-apa, tapi kalau diprasangkai marah-marah tak karuan.
ngomel-ngomel sama orang pelanggar aturan, tapi di lain
hari sambil tertawa melanggar aturan sama dengan alasan terpaksa
selalu berharap semua hal dan orang berjalan persis seperti yang kita inginkan, padahal kita bukan Tuhan
sering kali merasa benar, dan orang lain tidak boleh melakukan kesalahan.
sangat gampang mengkritik, tapi giliran dikritik, kita memarahinya balik
selalu ingin dimengerti, padahal ketika ingin seperti itu, berarti kita tidak mau mengerti orang lain
mengomel tidak bisa melupakan, padahal kita sendiri yang selalu mengingatnya
merasa sangat lelah dan tidak ada gunanya menunggu, tapi kita terus melakukan itu
mengeluh tentang selalu disakiti, tapi tidak juga beranjak pergi dari orang yang menyakiti.
Kita ini lucu. Tapi sering tidak merasa kalau kita ini lucu
Kamis, 28 Agustus 2014
Nyaman
Nyaman adalah, pada saat aku jatuh dan hampir menangis, kamu datang
memelukku dan mengatakan bahwa kamu akan di sini selalu. Bersamaku,
mendukungku.
Lalu entah kekuatan dari mana, aku langsung merasa bahwa semuanya akan selalu baik-baik saja.
Dan kamu selalu melakukan hal yang sama setiap aku merasa jatuh dan hampir menangis.
Selalu.
Aku rasa aku sudah cukup dalam mengenalmu. Aku sudah tahu sifatmu, kebiasaanmu dan hal terkecil darimu yang bahkan kau coba tutupi dariku.
Aku tidak peduli pendapat orang lain tentangmu, karena aku lebih mengenalmu dibanding mereka dan sampai detik ini aku masih baik-baik saja berhubungan denganmu.
Lalu, salahkan aku jika aku mempertahankanmu? Mempertahankan orang yang membuatku nyaman dan menutup telinga terhadap semua pendapat orang tentangmu?
Aku sungguh berterima kasih kepada orang-orang yang selalu memperhatikanku, tepatnya memperhatikan hubunganku dan kamu. Tapi untuk saat ini aku sangat berterima kasih pada orang-orang yang memperhatikan hubungan kita dan sangat susah payah berusaha mengubah pikiranku tentangmu.
Tapi tenanglah, Sayang. Aku tidak semudah itu mngubah pikiranku.
Aku telah lama dekat denganmu. Bahkan dari sebelum aku mengenal mereka.
Aku menghargai semua pendapat mereka tentangmu, tapi aku tidak peduli mereka meniilaimu seperti apa karena aku jauh lebih cakap menilaimu. Menilai orang yang selama ini hadir dihidupku dan berada disampingku.
Bukan mereka, yang bahkan tidak mengetahui pengorbanan kita (aku dan kamu) dalam mempertahankan hubungan ini secara nyata.
Aku tidak menuruti egoku. Tapi aku hanya mempertahankan sosok yang selalu membuatku nyaman selama ini.
Lalu entah kekuatan dari mana, aku langsung merasa bahwa semuanya akan selalu baik-baik saja.
Dan kamu selalu melakukan hal yang sama setiap aku merasa jatuh dan hampir menangis.
Selalu.
Aku rasa aku sudah cukup dalam mengenalmu. Aku sudah tahu sifatmu, kebiasaanmu dan hal terkecil darimu yang bahkan kau coba tutupi dariku.
Aku tidak peduli pendapat orang lain tentangmu, karena aku lebih mengenalmu dibanding mereka dan sampai detik ini aku masih baik-baik saja berhubungan denganmu.
Lalu, salahkan aku jika aku mempertahankanmu? Mempertahankan orang yang membuatku nyaman dan menutup telinga terhadap semua pendapat orang tentangmu?
Aku sungguh berterima kasih kepada orang-orang yang selalu memperhatikanku, tepatnya memperhatikan hubunganku dan kamu. Tapi untuk saat ini aku sangat berterima kasih pada orang-orang yang memperhatikan hubungan kita dan sangat susah payah berusaha mengubah pikiranku tentangmu.
Tapi tenanglah, Sayang. Aku tidak semudah itu mngubah pikiranku.
Aku telah lama dekat denganmu. Bahkan dari sebelum aku mengenal mereka.
Aku menghargai semua pendapat mereka tentangmu, tapi aku tidak peduli mereka meniilaimu seperti apa karena aku jauh lebih cakap menilaimu. Menilai orang yang selama ini hadir dihidupku dan berada disampingku.
Bukan mereka, yang bahkan tidak mengetahui pengorbanan kita (aku dan kamu) dalam mempertahankan hubungan ini secara nyata.
Aku tidak menuruti egoku. Tapi aku hanya mempertahankan sosok yang selalu membuatku nyaman selama ini.
Jadi, Tidak Bisa atau Tidak Mau?
Banyak yang bilang tidak bisa.
Tidak bisa melupakan orang/kejadian,
Tidak bisa meninggalkan kebiasaan/perbuatan buruk,
Tidak bisa berubah ....
Sebentar, tidak bisa dan tidak mau itu beda.
Menyentuh matahari itu tidak bisa.
Menggenggam bumi itu tidak bisa.
Mengumpulkan bintang itu tidak bisa.
Tapi melupakan, meninggalkan, berubah?
Itu tidak bisa atau tidak mau?
Tidak bisa melupakan orang/kejadian,
Tidak bisa meninggalkan kebiasaan/perbuatan buruk,
Tidak bisa berubah ....
Sebentar, tidak bisa dan tidak mau itu beda.
Menyentuh matahari itu tidak bisa.
Menggenggam bumi itu tidak bisa.
Mengumpulkan bintang itu tidak bisa.
Tapi melupakan, meninggalkan, berubah?
Itu tidak bisa atau tidak mau?
Kamis, 07 Agustus 2014
Satu Shaf di Belakangmu
Aku tahu, kadang-kadang hidup itu tidak adil menurut kita meski sebenarnya Tuhan selalu bersikap adil pada manusia yang diciptakan-Nya Tetapi pada saat kamu merasa hal itu sedang terjadi, dimana kamu merasa sedang jatuh dan dunia memusuhimu, aku selalu disini, di satu shaf di belakangmu.
Kamu bilang, aku ini "rumah"mu. Tentu bukan bangunan atau gedung. Tetapi aku. Jadi sejauh apa pun kamu pergi, kepadakulah kamu akan selalu kembali. Karena itulah, aku selalu disini dan tidak pernah pergi apa pun yang menimpamu, dari dulu saat hubungan kita masih memiliki restu dari semua pihak, sekarang saat kita menjadi "buronan" mereka, ataupun nanti disaat kita hidup menua bersama dengan ikatan halal. Karena akulah tempat kamu bisa selalu pulang. Jadi, setiap hari, aku bersedia menunggu, menyiapkan teh panas kesukaanmu sementara kamu mengambil air wudhu. Lalu aku akan bersiap berdiri satu shaf di belakangmu.
Dan ketika kamu lelah, aku juga selalu di sini. Menyediakan bahuku. Menemanimu bercerita untuk mengurai semua kisah satu demi satu, lalu mencari jalan untuk mengatasinya berdua. Karena untuk melihatmu tersenyum, aku masih dengan senang hati berada satu shaf di belakangmu.
Aku akan selalu satu shaf di belakangmu, dalam sholat berdua, atau dalam menjalani hidup berdua nantinya saat hubungan kita sudah memiliki titik terang dan kita tidak menjadi "buronan" mereka lagi. Tidak hanya ketika berbahagia, tetapi juga ketika kamu sedang pada taraf jatuh sehingga tidak punya siapa-siapa. Karena aku tahu, kamu selalu melakukan hal terbaik yang kamu bisa untuk menjagaku. Yang kamu minta hanyalah, aku tetap selalu berada satu shaf di belakangmu. Bukan untuk selalu menjadi buntutmu, tapi untuk berdoa bersama dan berterima kasih bersama atas semua bahagia walaupun keadaan hubungan kita yang seperti ini, namun kamu selalu mengajarkanku untuk selalu bersyukur
Kamu bilang, aku ini "rumah"mu. Tentu bukan bangunan atau gedung. Tetapi aku. Jadi sejauh apa pun kamu pergi, kepadakulah kamu akan selalu kembali. Karena itulah, aku selalu disini dan tidak pernah pergi apa pun yang menimpamu, dari dulu saat hubungan kita masih memiliki restu dari semua pihak, sekarang saat kita menjadi "buronan" mereka, ataupun nanti disaat kita hidup menua bersama dengan ikatan halal. Karena akulah tempat kamu bisa selalu pulang. Jadi, setiap hari, aku bersedia menunggu, menyiapkan teh panas kesukaanmu sementara kamu mengambil air wudhu. Lalu aku akan bersiap berdiri satu shaf di belakangmu.
Dan ketika kamu lelah, aku juga selalu di sini. Menyediakan bahuku. Menemanimu bercerita untuk mengurai semua kisah satu demi satu, lalu mencari jalan untuk mengatasinya berdua. Karena untuk melihatmu tersenyum, aku masih dengan senang hati berada satu shaf di belakangmu.
Aku akan selalu satu shaf di belakangmu, dalam sholat berdua, atau dalam menjalani hidup berdua nantinya saat hubungan kita sudah memiliki titik terang dan kita tidak menjadi "buronan" mereka lagi. Tidak hanya ketika berbahagia, tetapi juga ketika kamu sedang pada taraf jatuh sehingga tidak punya siapa-siapa. Karena aku tahu, kamu selalu melakukan hal terbaik yang kamu bisa untuk menjagaku. Yang kamu minta hanyalah, aku tetap selalu berada satu shaf di belakangmu. Bukan untuk selalu menjadi buntutmu, tapi untuk berdoa bersama dan berterima kasih bersama atas semua bahagia walaupun keadaan hubungan kita yang seperti ini, namun kamu selalu mengajarkanku untuk selalu bersyukur
Berbahagialah Kembali
Dalam hidup, tentunya ada momen dimana kita merasa bosan, tidak nyaman, atau "jatuh". momen yang tidak membahagiakan sama sekali. Tapi sebenarnya kita bisa membangkitkan kembali kebahagiaan kita dalam sepuluh menit atau kurang.
Bagaimana caranya?
1. Menarik nafas panjang, menghembuskannya, lalu tersenyum.
Karena kita "tahu" bahwa ini hanya sementara, semuanya akan berlalu. Kita akan bisa melaluinya dan kembali baik-baik saja. Selalu
2. Menerima, dan terus berjalan.
Bagaimana caranya?
1. Menarik nafas panjang, menghembuskannya, lalu tersenyum.
Karena kita "tahu" bahwa ini hanya sementara, semuanya akan berlalu. Kita akan bisa melaluinya dan kembali baik-baik saja. Selalu
2. Menerima, dan terus berjalan.
"Yang memang milikmu, pasti akan menjadi milikmu.
Yang memang bukan milikmu, pasti tidak akan menjadi milikmu.
Dan yang memang belum waktunya datang, juga tidak akan datang sekarang.
Bagian mana yang belum kamu mengerti?"
Rabu, 02 Juli 2014
Yang Aku Perjuangkan Tapi Kamu Abaikan
Setiap orang punya kisahnya masing-masing. Dalam kisahnya, ia harus berjuang. Berdiam dan menunggu pun termasuk bagian dari perjuangan. Menunggu.Itulah yang selama ini kulakukan sebagai wujud dari perasaanku yang entah mengapa masih ingin memperjuangkanmu.
Aku tahu, setiap malamku selalu kuisi dengan ingatan dan kenangan. Kenyataan yang harus kuterima, kamu tak ada disampingku, entah untuk menenangkan sedihku dan merangkul kesepianku.Dengan sikapmu yang tidak peka seperti itu, mengapa aku masih ingin memperjuangkanmu? Aku tak tahu, jadi jangan tanyakan padaku mengapa aku juga bisa mencintaimu dengan cinta yang benar-benar tidak kupahami.
Ketika suaramu mengalir diujung telepon, ada perasaan rindu yang tidak benar-benar aku ungkapkan. Rindu yang kudiamkan, terlalu sibuk dalam penantian hingga berakhir pada air mata. Apakah kamu tahu akan hal itu? Tentu tidak, kamu tidak memedulikanku sedalam aku memedulikanmu. Tak ada cinta di matamu, sedalam yang kupunya. Tidak ada ketulusan di dirimu, setulus perasaanku padamu. Tapi, dengan kebutaan dan kebisuan yang kupunya, aku masih ingin mempertahankan "kita" yang sebenarnya menimbulkan sakit bagiku.
Kekhawatiranku, yang tak pernah kuceritakan padamu, tentu tak pernah kau pikirkan. Doaku yang kusebut tentu tak seperti doa yang selalu kamu ucapkan. Perbedaan ini sungguh membuatku seakan tak mengerti apa-apa. ketakutanku membungkam segalanya. Apakah kamu pantas untuk diperjuangkan sejauh ini? Akankah kebersamaan kita punya akhir bahagia?
Aku takut.... Aku takut dengan banyak hal yang diam-diam menyerang kita dari belakang. Kebersamaan kita, yang memang tak berjalan dengan mudah ini cukup membuatku lelah, bahkan sangast lelah. Aku ingin berhenti memperjuangkanmu. Aku lelah dihantui kabut hitam yang menodai pencarianku selama ini. Aku inginkan matahari, bukan mendung seperti yang terjadi selama ini.
Dimana kamu ketika aku inginkan kamu disini? Kemana larinya kamu ketika aku berjuang untuk satu-satunya mahluk yang kupikir bisa memberiku kebahagiaan nyata? Seringkali kumaafkan ketidakhadiranmu dan ketidakpekaanmu, seringkali kumaklumi kesalahanmu, dan selalu kuberikan senyum terbaik ketika sesungguhnya aku ingin menangis.
Ini semua perjuanganku untuk mempertahankanmu, apakah sudah cukup menghilangkan ketidakpekaanmu? Inilah perjuanganku, yang selama ini sudah kau abaikan. Apakah hatimu tersentuh, hingga kauingin datang dan membawaku pulang?
Aku tahu, setiap malamku selalu kuisi dengan ingatan dan kenangan. Kenyataan yang harus kuterima, kamu tak ada disampingku, entah untuk menenangkan sedihku dan merangkul kesepianku.Dengan sikapmu yang tidak peka seperti itu, mengapa aku masih ingin memperjuangkanmu? Aku tak tahu, jadi jangan tanyakan padaku mengapa aku juga bisa mencintaimu dengan cinta yang benar-benar tidak kupahami.
Ketika suaramu mengalir diujung telepon, ada perasaan rindu yang tidak benar-benar aku ungkapkan. Rindu yang kudiamkan, terlalu sibuk dalam penantian hingga berakhir pada air mata. Apakah kamu tahu akan hal itu? Tentu tidak, kamu tidak memedulikanku sedalam aku memedulikanmu. Tak ada cinta di matamu, sedalam yang kupunya. Tidak ada ketulusan di dirimu, setulus perasaanku padamu. Tapi, dengan kebutaan dan kebisuan yang kupunya, aku masih ingin mempertahankan "kita" yang sebenarnya menimbulkan sakit bagiku.
Kekhawatiranku, yang tak pernah kuceritakan padamu, tentu tak pernah kau pikirkan. Doaku yang kusebut tentu tak seperti doa yang selalu kamu ucapkan. Perbedaan ini sungguh membuatku seakan tak mengerti apa-apa. ketakutanku membungkam segalanya. Apakah kamu pantas untuk diperjuangkan sejauh ini? Akankah kebersamaan kita punya akhir bahagia?
Aku takut.... Aku takut dengan banyak hal yang diam-diam menyerang kita dari belakang. Kebersamaan kita, yang memang tak berjalan dengan mudah ini cukup membuatku lelah, bahkan sangast lelah. Aku ingin berhenti memperjuangkanmu. Aku lelah dihantui kabut hitam yang menodai pencarianku selama ini. Aku inginkan matahari, bukan mendung seperti yang terjadi selama ini.
Dimana kamu ketika aku inginkan kamu disini? Kemana larinya kamu ketika aku berjuang untuk satu-satunya mahluk yang kupikir bisa memberiku kebahagiaan nyata? Seringkali kumaafkan ketidakhadiranmu dan ketidakpekaanmu, seringkali kumaklumi kesalahanmu, dan selalu kuberikan senyum terbaik ketika sesungguhnya aku ingin menangis.
Ini semua perjuanganku untuk mempertahankanmu, apakah sudah cukup menghilangkan ketidakpekaanmu? Inilah perjuanganku, yang selama ini sudah kau abaikan. Apakah hatimu tersentuh, hingga kauingin datang dan membawaku pulang?
Senin, 26 Mei 2014
Aku Tidak Peduli
Aku tidak peduli pada cemooh orang-orang tentangmu. tak ingin tahu penilaian mereka tentangmu. mereka bilang kamu pemalas, jorok, bodoh, tidak punya apa-apa. Aku tak mau tahu karena aku tak melihatmu dari segala sisi itu. Kau sempurna dimataku, kesempurnaan yang mungkin hanya bisa kubaca dan kurasakan saat kita bersama.
Aku tidak peduli pada perkataan orang-orang disekitarku bahwa kita tak akan mungkin bisa terus bersama. Aku hanya bisa menjawab segala cacian itu dengan senyum dan berkata "Biarkan kami yang menjalani semua. Kami yang tahu apa yang terjadi selama ini". Dan ketika kujawab seperti itu, mereka hanya menggenggam bahuku seakan melihat seorang gadis yang bernasib paling buruk seluruh dunia. Aku sungguh tak merasakan keburukan itu. Bersamamu, kurasakan kebahagiaan yang tak bisa kujelaskan, kebahagiaan yang tak akan pernah kupahami.
Aku tak peduli pada kedekatan kita yang semakin hari semakin tak jelas ini. Kedekatan kita yang kian hari makin tak kupahami. Aku tahu kau disampingku, bersamaku, tapi kita seakan berjarak meskipun dekat, seakan terdapat sekat yang menghalangi kita, seakan saling menghilangkan meskipun telah menemukan. Kita berjalan dan berpindah tetapi seakan berputar di tempat yang sama, kita berjalan beriringan tapi tak kunjung bertemu di ujung jalan. Aku tak tahu kesalahan ini dinamakan apa. Hal yang begitu jelas kutangkap, aku hanya gadis tak tahu ini itu tapi tahu mencintai kamu.
Aku tidak peduli pada perubahan sikapmu yang semakin sulit kutoleransi. kamu yang selalu hilang ketika kubutuhkan, kamu yang menjawab pesan singkatku dengan jumlah karakter yang bahkan bisa dihitung dengan jemari, kamu yang seakan tak pernah menunjukkan cinta dalam tatapan matamu padaku.
Awalnya aku memang tidak peduli pada perasaan, status, dan cemooh orang lain tentang hubungan kita. Perkataan-perkataan bodoh dan penilaian negatif bahwa kita tak akan mungkin terus bersama. Aku menutup telinga dan tetap berusaha memelukmu dalam bayang-bayang.
Enam tahun lebih, Sayang, aku berusaha tak peduli pada persepsi mereka, pada datang dan pergimu, pada rasa takut yang selama ini menghantuiku. Tapi, setiap kunikmati wajahmu, setiap kunikmati aroma tubuhmu, setiap kunikmati wajahmu saat menghembuskan asap rokok, dan setiap aku sadar bahwa kamu seolah tidak menganggap kehadiranku dihidupmu; rasanya aku ingin berhenti saja mencintaimu dan amnesia pada hubungan kita yang telah terjalin lebih dari enam tahun ini.
Aku tidak peduli, namun semakin aku tidak peduli, semakin aku takut kehilangan kamu.
Aku tidak peduli pada perkataan orang-orang disekitarku bahwa kita tak akan mungkin bisa terus bersama. Aku hanya bisa menjawab segala cacian itu dengan senyum dan berkata "Biarkan kami yang menjalani semua. Kami yang tahu apa yang terjadi selama ini". Dan ketika kujawab seperti itu, mereka hanya menggenggam bahuku seakan melihat seorang gadis yang bernasib paling buruk seluruh dunia. Aku sungguh tak merasakan keburukan itu. Bersamamu, kurasakan kebahagiaan yang tak bisa kujelaskan, kebahagiaan yang tak akan pernah kupahami.
Aku tak peduli pada kedekatan kita yang semakin hari semakin tak jelas ini. Kedekatan kita yang kian hari makin tak kupahami. Aku tahu kau disampingku, bersamaku, tapi kita seakan berjarak meskipun dekat, seakan terdapat sekat yang menghalangi kita, seakan saling menghilangkan meskipun telah menemukan. Kita berjalan dan berpindah tetapi seakan berputar di tempat yang sama, kita berjalan beriringan tapi tak kunjung bertemu di ujung jalan. Aku tak tahu kesalahan ini dinamakan apa. Hal yang begitu jelas kutangkap, aku hanya gadis tak tahu ini itu tapi tahu mencintai kamu.
Aku tidak peduli pada perubahan sikapmu yang semakin sulit kutoleransi. kamu yang selalu hilang ketika kubutuhkan, kamu yang menjawab pesan singkatku dengan jumlah karakter yang bahkan bisa dihitung dengan jemari, kamu yang seakan tak pernah menunjukkan cinta dalam tatapan matamu padaku.
Awalnya aku memang tidak peduli pada perasaan, status, dan cemooh orang lain tentang hubungan kita. Perkataan-perkataan bodoh dan penilaian negatif bahwa kita tak akan mungkin terus bersama. Aku menutup telinga dan tetap berusaha memelukmu dalam bayang-bayang.
Enam tahun lebih, Sayang, aku berusaha tak peduli pada persepsi mereka, pada datang dan pergimu, pada rasa takut yang selama ini menghantuiku. Tapi, setiap kunikmati wajahmu, setiap kunikmati aroma tubuhmu, setiap kunikmati wajahmu saat menghembuskan asap rokok, dan setiap aku sadar bahwa kamu seolah tidak menganggap kehadiranku dihidupmu; rasanya aku ingin berhenti saja mencintaimu dan amnesia pada hubungan kita yang telah terjalin lebih dari enam tahun ini.
Aku tidak peduli, namun semakin aku tidak peduli, semakin aku takut kehilangan kamu.
dari pengagummu
yang egois nomor satu
bodoh nomor satu
karena dia hanya tahu;
mencintai kamu.
Kamis, 06 Maret 2014
Hello visitor, Udah lama banget ga posting nih. Kangen juga sih udah lama ga buka blog haha
Oke skip
Kali ini gue mau cerita tentang hubungan gue sm pacar gue nih hehe.
Pertama kali gue kenal sm pacar gue itu pas SMP, dikenalin sm temen gue karena temen gue sekelas sm dia.
Dia pacar pertama gue dan alhamdulillah sampe sekarang masih menjalin hubungan dan sekarang hubungan gue sm dia udah 6 tahun lebih hehe
Mungkin banyak orang yg mikir "ih gila lama banget. Betah bgt sm dia. Gimana sih caranya?"
Tapi tanpa mereka tau, sebenernya hubungan gue sm dia itu lebih banyak berjuangnya karena gue backstreet sm dia selama ini haha.
Pasti banyak yg bingung kan kenapa gue bs backstreet selama ini sm dia? Sebenernya 3 bulan pertama hubungan gue sm dia sih masih enjoy2 aja dan direstuin sm keluarga gue tp setelah itu karena ada masalah yg ga bisa gue ceritain disini, gue langsung backstreet sm dia sampe sekarang.
Gimana sih perasaannya backstreet bertahun-tahun?
Perasaannya hmm.....ya gitu deh. Kadang kalo pengen ketemu suka susah walaupun jarak rumah deketan, kalo mau jalan jg susah.
Lebih banyak sedihnya sih kalo ngejalanin hubungan backstreet gini huhu u.u
Sejujurnya gue jg sering ngerasa iri sama mereka yg ngejalanin hubungannya terang-terangan dan direstuin sm keluarganya tp yaa mau gimana lagi.
Seandainya kalo gue bisa memilih dan menentukan kepada siapa gue jatuh cinta, gue bakalan lakuin itu *tsahh
Kalo kata orang sih, kita bisa nentuin sendiri mau milih orang yang "nunggu kita dipucak saat kita mendaki" apa orang yang "bantu kita untuk nanjak keatas"
Kalo menurut gue, pacar gue sih termasuk "orang yg bantu gue buat nanjak" karena dia tau sejarah hidup gue dan dia mau nerima gue apa adanya *tsaahh
Oke skip
Kali ini gue mau cerita tentang hubungan gue sm pacar gue nih hehe.
Pertama kali gue kenal sm pacar gue itu pas SMP, dikenalin sm temen gue karena temen gue sekelas sm dia.
Dia pacar pertama gue dan alhamdulillah sampe sekarang masih menjalin hubungan dan sekarang hubungan gue sm dia udah 6 tahun lebih hehe
Mungkin banyak orang yg mikir "ih gila lama banget. Betah bgt sm dia. Gimana sih caranya?"
Tapi tanpa mereka tau, sebenernya hubungan gue sm dia itu lebih banyak berjuangnya karena gue backstreet sm dia selama ini haha.
Pasti banyak yg bingung kan kenapa gue bs backstreet selama ini sm dia? Sebenernya 3 bulan pertama hubungan gue sm dia sih masih enjoy2 aja dan direstuin sm keluarga gue tp setelah itu karena ada masalah yg ga bisa gue ceritain disini, gue langsung backstreet sm dia sampe sekarang.
Gimana sih perasaannya backstreet bertahun-tahun?
Perasaannya hmm.....ya gitu deh. Kadang kalo pengen ketemu suka susah walaupun jarak rumah deketan, kalo mau jalan jg susah.
Lebih banyak sedihnya sih kalo ngejalanin hubungan backstreet gini huhu u.u
Sejujurnya gue jg sering ngerasa iri sama mereka yg ngejalanin hubungannya terang-terangan dan direstuin sm keluarganya tp yaa mau gimana lagi.
Seandainya kalo gue bisa memilih dan menentukan kepada siapa gue jatuh cinta, gue bakalan lakuin itu *tsahh
Kalo kata orang sih, kita bisa nentuin sendiri mau milih orang yang "nunggu kita dipucak saat kita mendaki" apa orang yang "bantu kita untuk nanjak keatas"
Kalo menurut gue, pacar gue sih termasuk "orang yg bantu gue buat nanjak" karena dia tau sejarah hidup gue dan dia mau nerima gue apa adanya *tsaahh
Rabu, 01 Januari 2014
SEPARATED
If love was a bird
Then we wouldn't have wings
If love was a sky
We'd be blue
If love was a choir
You and I could never sing
Cause love isn't for me and you
If love was an Oscar
You and I could never win
Cause we can never act out our parts
If love is the Bible
Then we are lost in sin
Because its not in our hearts
So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated
If love was a fire
Then we have lost the spark
Love never felt so cold
If love was a light
Then we're lost in the dark
Left with no one to hold
If love was a sport
We're not on the same team
You and I are destined to lose
If love was an ocean
Then we are just a stream
Cause love isn't for me and you
So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated
I know we had some good times
It's sad but now we gotta say goodbye
You know I love you, I can't deny
I can't say we didn't try to make it work for you and I
I know it hurts so much but it's best for us
Somewhere along this windy road we lost the trust
So I'll walk away so you don't have to see me cry
It's killing me so, why don't you go
So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated
Then we wouldn't have wings
If love was a sky
We'd be blue
If love was a choir
You and I could never sing
Cause love isn't for me and you
If love was an Oscar
You and I could never win
Cause we can never act out our parts
If love is the Bible
Then we are lost in sin
Because its not in our hearts
So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated
If love was a fire
Then we have lost the spark
Love never felt so cold
If love was a light
Then we're lost in the dark
Left with no one to hold
If love was a sport
We're not on the same team
You and I are destined to lose
If love was an ocean
Then we are just a stream
Cause love isn't for me and you
So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated
I know we had some good times
It's sad but now we gotta say goodbye
You know I love you, I can't deny
I can't say we didn't try to make it work for you and I
I know it hurts so much but it's best for us
Somewhere along this windy road we lost the trust
So I'll walk away so you don't have to see me cry
It's killing me so, why don't you go
So why don't you go your way
And I'll go mine
Live your life, and I'll live mine
Baby you'll do well, and I'll be fine
Cause we're better off, separated
Langganan:
Postingan (Atom)
