Nyaman adalah, pada saat aku jatuh dan hampir menangis, kamu datang
memelukku dan mengatakan bahwa kamu akan di sini selalu. Bersamaku,
mendukungku.
Lalu entah kekuatan dari mana, aku langsung merasa bahwa semuanya akan selalu baik-baik saja.
Dan kamu selalu melakukan hal yang sama setiap aku merasa jatuh dan hampir menangis.
Selalu.
Aku rasa aku sudah cukup dalam mengenalmu. Aku sudah tahu sifatmu, kebiasaanmu dan hal terkecil darimu yang bahkan kau coba tutupi dariku.
Aku tidak peduli pendapat orang lain tentangmu, karena aku lebih mengenalmu dibanding mereka dan sampai detik ini aku masih baik-baik saja berhubungan denganmu.
Lalu, salahkan aku jika aku mempertahankanmu? Mempertahankan orang yang
membuatku nyaman dan menutup telinga terhadap semua pendapat orang
tentangmu?
Aku sungguh berterima kasih kepada orang-orang yang selalu memperhatikanku, tepatnya memperhatikan hubunganku dan kamu. Tapi untuk saat ini aku sangat berterima kasih pada orang-orang yang memperhatikan hubungan kita dan sangat susah payah berusaha mengubah pikiranku tentangmu.
Tapi tenanglah, Sayang. Aku tidak semudah itu mngubah pikiranku.
Aku telah lama dekat denganmu. Bahkan dari sebelum aku mengenal mereka.
Aku menghargai semua pendapat mereka tentangmu, tapi aku tidak peduli mereka meniilaimu seperti apa karena aku jauh lebih cakap menilaimu. Menilai orang yang selama ini hadir dihidupku dan berada disampingku.
Bukan mereka, yang bahkan tidak mengetahui pengorbanan kita (aku dan kamu) dalam mempertahankan hubungan ini secara nyata.
Aku tidak menuruti egoku. Tapi aku hanya mempertahankan sosok yang selalu membuatku nyaman selama ini.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar