Aku tahu, kadang-kadang hidup itu tidak adil menurut kita meski sebenarnya Tuhan selalu bersikap adil pada manusia yang diciptakan-Nya Tetapi pada saat kamu merasa hal itu sedang terjadi, dimana kamu merasa sedang jatuh dan dunia memusuhimu, aku selalu disini, di satu shaf di belakangmu.
Kamu bilang, aku ini "rumah"mu. Tentu bukan bangunan atau gedung. Tetapi aku. Jadi sejauh apa pun kamu pergi, kepadakulah kamu akan selalu kembali. Karena itulah, aku selalu disini dan tidak pernah pergi apa pun yang menimpamu, dari dulu saat hubungan kita masih memiliki restu dari semua pihak, sekarang saat kita menjadi "buronan" mereka, ataupun nanti disaat kita hidup menua bersama dengan ikatan halal. Karena akulah tempat kamu bisa selalu pulang. Jadi, setiap hari, aku bersedia menunggu, menyiapkan teh panas kesukaanmu sementara kamu mengambil air wudhu. Lalu aku akan bersiap berdiri satu shaf di belakangmu.
Dan ketika kamu lelah, aku juga selalu di sini. Menyediakan bahuku. Menemanimu bercerita untuk mengurai semua kisah satu demi satu, lalu mencari jalan untuk mengatasinya berdua. Karena untuk melihatmu tersenyum, aku masih dengan senang hati berada satu shaf di belakangmu.
Aku akan selalu satu shaf di belakangmu, dalam sholat berdua, atau dalam menjalani hidup berdua nantinya saat hubungan kita sudah memiliki titik terang dan kita tidak menjadi "buronan" mereka lagi. Tidak hanya ketika berbahagia, tetapi juga ketika kamu sedang pada taraf jatuh sehingga tidak punya siapa-siapa. Karena aku tahu, kamu selalu melakukan hal terbaik yang kamu bisa untuk menjagaku. Yang kamu minta hanyalah, aku tetap selalu berada satu shaf di belakangmu. Bukan untuk selalu menjadi buntutmu, tapi untuk berdoa bersama dan berterima kasih bersama atas semua bahagia walaupun keadaan hubungan kita yang seperti ini, namun kamu selalu mengajarkanku untuk selalu bersyukur

Tidak ada komentar:
Posting Komentar